Wednesday, March 25, 2015

Tugas Softskill Akuntansi Internasional

BAB 3 : AKUNTANSI KOMPARATIF EROPA

A.    PENGAMATAN TENTANG STANDAR DAN PRAKTIK AKUNTANSI

Standar akuntansi adalah regulasi yang mengatur pengolahan laporan keuangan. Namun, praktik yang sebenarnya bisa saja menyimpang dari standar. Setidaknya ada 3 alasan untuk hal ini, yaitu:
a.       Hukumannya terlalu lemah dan tidak dianggap efektif
b.      Perusahaan dapat dengan sukarela melaporkan lebih banyak informasi daripada yang diharuskan
c.       Beberapa negara mengijinkan perusahaan untuk keluar dari jalur standar akuntansi jika hel tersebut bias menggambarkan hasil operasi dan posisi keuangan perusahaan dengan lebih baik.

Susunan standar akuntansi menggabungkan kombinasi dari kelompok sektor umum dan sektor swasta. Hubungan antar standar akuntansi dan praktik akuntansi sangat rumit. Dalam beberapa kasus, praktik diambil dari standar; dikasus lain, standar diambil dari praktik. Praktik bisa dipengaruhi oleh tekanan pasar, seperti tekanan yang berhubungan dengan persaingan pendapatan pasar modal. Perusahaan yatng bersaing bisa begitu saja memberikan informasi oleh investor dan yang lainnya. Jika permintaan cukup kuat, standar bisa diubah untuk menutup informasi yang sifatnya sukarela.
Akuntansi atas kewajaran penyajian biasanya digunakan di negara hokum berevolusi, sedangkan akuntansi pemenuhan legal biasanya ditemukan dalam negara hokum berkode. Auditor lebih banyak penilaian ketika tujuan auditnya untuk membuktikan kewajaran laporan keuangan. Sedangkan dalam negara hokum kode, tujuan utama audit adalah untuk memastikan bahwa catatan dan laporan keuangan sesuai dengan persyaratan hokum.

B.     IFRS DALAM UNI EROPA
            Pada tahun 2002, Uni Eropa menyutujui aturan akuntansi yang mengharuskan semua perusahaan yang terdaftar di pasar harus menggunakan IFRS dalam laporan keuangan gabungan dimulai dari tahun 2005.
Laporan Keuangan
Laporan keuangan IFRS terdiri atas neraca gabungan, laporan laba rugi, laporan kas, laporan perubahan ekuitas, dan catatan penjelasan yang mengungkap:
a.  Kebijakan akuntansi yang diikuti
b.  Penilaian yang dibuat manajemen dalam menerapkan kebijakan akuntansi yang penting
c.  Asumsi utama mengenai masa depan dan sumber-sumber penting tentang ketidakpastian informasi

C.    SISTEM AKUNTANSI KEUANGAN LIMA NEGARA
a.       Perancis
Akuntansi nasional Perancis diatur dalam Plan Comptable General,
Laporan Keuangan
Perusahaan Perancis harus melaporkan hal-hal berikut:
1.     Neraca
2.     Laporan Laba Rugi
3.     Catatan atas laporan keuangan
4.     Laporan Direktur
5.     Laporan Auditor
Patokan Akuntansi
ü  Aset-aset berwujud biasanya dihitung berdasarkan nilai perolehan.
ü  Depresiasi dilakukan menurut ketentuan pajak, biasanya dengan metode garis garis lurus atau saldo menurun.
ü  Persediaan dinilai berdasarkan nilai terendah (FIFO) atau rata-rata tertimbang.
ü  Biaya riset dan pengembangan dibebankan pada saat terjadinya (akrual basis)
ü  Aset-aset yang dipinjamkan tidak dikapitalisasi, dan biaya sewa dibebankan.
ü  Utang untuk kepentingan pasca-pekerjaan tidak harus diakui dan pinjaman keuangan tidak perlu dikapitalisasi.
ü  Pajak-pajak yang ditangguhkan dihitung menggunakan metode kewajiban, dan dipotong ketika pembalikan perbedaan waktu bisa diperkirakan.
ü  Goodwill biasanya dikapitalisasi dan diamortisasi ke dalam pendapatan.

b.      Jerman
Akuntansi nasional Jerman diatur dalam German Commercial Code (HGB),
Laporan Keuangan
Perusahaan Jerman harus melaporkan hal-hal berikut:
1.     Neraca
2.     Laporan Laba Rugi
3.     Catatan
4.     Laporan Manajemen
5.     Laporan Auditor
Pengukuran Akuntansi
ü  Metode pembelian (akuisisi) menggunakan metode penggabungan usaha.
ü  Aset dan utang dari badan usaha yang diakuisisi dinaikkan pada nilai yang ada.
ü  Aset berwujud dinilai berdasarkan harga perolehan.
ü  Persediaan dicatat pada biaya atau pasar yang lebih rendah.
ü  Depresiasi dinilai sesuai dengan penurunan tingkat pajak.
ü  Menggunakan pendekatan mata uang fungsional terhadap translasi mata uang asing.
ü  Goodwill diuji setiap tahun untuk mengetahui adanya penurunan.
ü  Pajak-pajak yang ditangguhkan biasanya tidak muncul dalam akun perusahaan pribadi, namun pajak tersebut bisa muncul dalam laporan gabungan.

c.       Republik Ceko
Undang-undang dan praktik akuntansi Republik Ceko lebih menyesuaikan dengan standar Barat yang menggambarkan prinsip-prinsip yang ditanamkan dalam European Union Directives.
Laporan Keuangan
Laporan keuangan harus bersifat komparatif, terdiri atas:
1.     Neraca
2.     Akun keuntungan dan kerugian (Laporan Laba Rugi)
3.     Catatan
                        Pengukuran Akuntansi
ü  Metode Akuisisi (pembelian)
ü  Goodwill dikapitalisasi atau diamortisasi.
ü  Aset berwujud dan tidak berwujud dinilai berdasarkan biaya.
ü  Persediaan dinilai pada biaya rendah (FIFO) atau metode rata-rata.
ü  Biaya riset dan pengembangan dikapitalisasi.
ü  Pajak penghasilan yang ditangguhkan diberikan sepenuhnya untuk semua selisih sementara.

d.      Belanda
Belanda memiliki undang-undang akuntansi dan persyaratan laporan keuangan yang cukup bebas tapi standar praktik professional yang sangat tinggi.
                        Laporan Keuangan
Laporan keuangan harus meliputi hal-hal:
1.     Neraca
2.     Laporan Laba Rugi
3.     Catatan
4.     Laporan Direktur
5.     Informasi lain yang sudah ditentukan
                        Pengukuran Akuntansi
ü  Goodwill dikapitalisasi dan diamortisasi
ü  Persediaan dinilai dengan FIFO, LIFO atau rata-rata
ü  Semua asset tidak berwujud memiliki usia terbatas.
ü  Biaya riset dan pengembangan hanya dikapitalisasi ketika jumlahnya bisa ditutup kembali
ü  Pajak penghasilan yang ditangguhkan diakui berdasarkan konsep alokasi yang komprehensif.

e.       Inggris
Sejak tahun 1970-an, sumber paling penting untuk pengembangan dalam undang-undang perusahaan adalah EU Directives, terutama Fourth and Seventh Directive.
                        Laporan Keuangan
Laporan keuangan Inggris mencakup hal-hal:
1.     Laporan direktur
2.     Akun Laba dan Rugi serta neraca
3.     Laporan arus kas
4.     Laporan keseluruhan laba dan rugi
5.     Laporan kebijakan akuntansi
6.     Catatan yang direferensikan dalam laporan keuangan
7.     Laporan auditor
                        Penghitungan akuntansi
ü  Goodwill dikapitalisasi dan diamortisasi selama kurang dari 20 tahun
ü  Aset-aset dihitung pada harga perolehan, biaya sekarang atau gabungan keduanya
ü  Depresiasi dan amortisasi harus berhubungan dengan dasar perhitungan yang digunakan untuk asset-aset yang mendasarinya
ü  Persediaan dihitung berdasarkan FIFO atau rata-rata
ü  Pajak yang ditangguhkan dihitung menggunakan metode hutang dengan dasar provisi penuh untuk perbedaan berdasarkan waktu.

Sumber :

No comments:

Post a Comment